Selasa, 17 November 2015

Cabang-Cabang Ilmu Biologi

  1. Aerobiologi – mempelajari partikel organik di udara
  2. Agrikultur – mempelajari proses produksi hasil panen, dan lebih menekankan pada penerapannya
  3. Anatomi – mempelajari bentuk, dan fungsi tumbuhan, hewan, dan organisme lain (terutama manusia)
  4. Arachnologi – mempelajari arachnida
  5. Astrobiologi – mempelajari evolusi, distribusi, dan masa depan kehidupan di alam semesta—juga disebut eksobiologi,eksopaleontologi, dan bioastronomi
  6. Biofisika – mempelajari proses biologis dalam kerangka fisika, dengan menerapkan teori, dan metode yang secara tradisional digunakan dalam ilmu fisika
  7. Biogeografi – mempelajari persebaran spesies dalam konteks keruangan, dan waktu
  8. Bioinformatika – penggunaan teknologi informasi untuk meneliti, mengumpulkan, dan menyimpan data genomik atau data biologis lainnya
  9. Biokimia – mempelajari reaksi kimia yang diperlukan kehidupan agar tetap berfungsi, biasanya pada tingkatan seluler
  10. Biologi bangunan – meneliti lingkungan hidup di dalam ruangan
  11. Biologi evolusioner – mempelajari asal usul, dan nenek moyang spesies
  12. Biologi integratif – mempelajari semua organisme
  13. Biologi kelautan (atau oseanografi biologis) – mempelajari ekosistem , tumbuhan, hewan, dan kehidupan samudra lainnya
  14. Biologi konservasi – mempelajari pelestarian, perlindungan, dan pemulihan lingkungan alam, ekosistem alam, vegetasi, dan margasatwa
  15. Biologi lingkungan – mempelajari dunia alam secara keseluruhan atau dalam wilayah tertentu, terutama dampak manusia terhadapnya
  16. Biologi molekuler – mempelajari biologi, dan fungsi biologi dalam tingkatan molekuler, bertumpang tindih dengan biokimia
  17. Biologi populasi – mempelajari sekelompok organisme, termasuk Ekologi populasi – mempelajari dinamika, dan kepunahan populasi
  18. Genetika populasi – mempelajari perubahan frekuensi gen dalam populasi suatu organisme
  19. Biologi perkembangan – mempelajari proses pembentukan organisme dari zigot
  20. Biologi sel – meneliti sel sebagai satuan yang utuh, dan interaksi molekuler, dan kimia yang terjadi di dalam sel
  21. Biologi struktural – cabang biologi molekuler, biokimia, dan biofisika yang terkait dengan struktur molekuler makromolekul biologis
  22. Biologi sintetis – mengintegrasi biologi dengan teknik; membuat fungsi biologis yang tidak ada di alam
  23. Biomatematika (atau biologi matematis) – penelitian proses biologis secara kuantitatif atau matematis, dan lebih menekankan pada permodelan
  24. Biomekanika – penelitian mekanika kehidupan yang lebih menekankan pada penerapan melalui prostetik atau ortotik. Bidang ini sering dianggap sebagai cabang kedokteran
  25. Biomusikologi – mempelajari musik dari sudut pandang biologis
  26. Bioteknologi – cabang biologi yang baru, dan kadang-kadang kontroversial yang mempelajari manipulasi materi hidup, termasuk modifikasi genetik, dan biologi sintetik
  27. Botani – mempelajari tumbuhan
  28. Ekologi – mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya
  29. Embriologi – mempelajari perkembangan embrio (dari pembuahan hingga kelahiran)
  30. Entomologi – mempelajari serangga
  31. Epidemiologi – komponen penting dalam penelitian kesehatan, mempelajari faktor yang memengaruhi kesehatan suatu populasi
  32. Epigenetik – mempelajari perubahan ekspresi gen atau fenotip seluler yang diakibatkan oleh mekanisme selain perubahan rangkaian ADN
  33. Etologi – mempelajari perilaku hewan
  34. Farmakologi – mempelajari persiapan, penggunaan, dan pengaruh obat-obatan
  35. Fisiologi – mempelajari cara kerja organisme hidup serta organ-organnya
  36. Fitopatologi – mempelajari penyakit pada tumbuhan (juga disebut patologi tumbuhan)
  37. Genetika – mempelajari gen, dan pewarisan
  38. Hematologi – mempelajari darah, dan organ pembentuk darah
  39. Herpetologi – mempelajari reptil, dan amfibi
  40. Histologi – mempelajari sel, dan jaringan, cabang mikroskopik anatomi
  41. Iktiologi – mempelajari ikan
  42. Kriobiologi – mempelajari pengaruh suhu yang rendah terhadap kehidupan
  43. Limnologi – mempelajari perairan di daratan
  44. Mamalogi – mempelajari mamalia
  45. Mikrologi – meneliti organisme mikroskopik (mikroorganisme), dan interaksinya dengan kehidupan lainnya
  46. Mikologi – mempelajari fungi
  47. Neurobiologi – mempelajari sistem saraf, termasuk anatomi, fisiologi, dan patologinya
  48. Onkologi – mempelajari proses kanker
  49. Ornitologi – mempelajari burung
  50. Paleontologi – mempelajari fosil, dan bukti geografis kehidupan prasejarah
  51. Patobiologi atau patologi – meneliti penyakit, seperti penyebab, proses, ciri, dan perkembangannya
  52. Parasitologi – mempelajari parasit, dan parasitisme
  53. Penelitian biomedis – meneliti tubuh manusia yang sehat, dan sakit
  54. Psikobiologi – mempelajari dasar psikologi secara biologis
  55. Sosiobiologi – mempelajari dasar sosiologi secara biologis
  56. Teknik biologis – mempelajari biologi dari sudut pandang teknik, dan lebih menekankan pada pengetahuan terapan. Bidang ini terkait dengan bioteknologi
  57. Virologi – mempelajari virus, dan agen yang seperti virus
  58. Zoologi – mempelajari hewan, termasuk klasifikasi, fisiologi, perkembangan, dan perilaku (cabang meliputi entomologi, etologi, herpetologi, iktiologi, mamalogi, dan ornitologi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar